Pertanyaan Teman tentang Urutan Jalur Pemasangan Sound System

Pertanyaan tentang Urutan Jalur Pemasangan Sound System - Rubrik ini berisi tentang ulasan dari pertanyaan seorang teman di media sosial yang memiliki perangkat audio system dan dia bertanya bagaimana pola atau jalur pemasangan dan instalasi peralatan sound systems miliknya. Menurut saya ada baiknya jika pertanyaan ini saya jawab dan saya muat menjadi bentuk tulisan dalam halaman situs ini.
Peralatan dari paket sound system yang dia miliki sepertinya dengan harga yang cukup bergengsi yang meliputi;
- Mixer Behringer Zenyx 1832
- Equalizer 31 Channel dan EQ 15 Channel Stereo
- Sound FX vocal merk Lexicon
- Compressor mdx 2600
- Crossover
- Audio Distributor
- Processor BBE ( Bass Process)
- 2 buah Power Amply rakitan 1000 Watt dan 1 Power Amplifier 300 watt
- 4 buah speaker ukuran 12 inch plus Tweeter
- 2 buah Spekar size 15 inch Passive

Pertanyaannya, bagaimana susunan urutan pemasangan peralatan dan assesoris sound system ini serta cara instalasi yang benar hingga menuju keluaran akhir ke speaker (High End) untuk bermain pada 2 way serta menggunakan 2 monitor.
Kalau ditilik dari peralatan yang dia punya adalah cukup lengkap namun sayang tidak ada speaker yang berukuran 18 inchi agar dia dapat melengkapinya dengan respon nada Low (deef). Namun itu tidak menjadi masalah karena membran daun speker 5 inchi sudah lumayan dapat mengeluarkan sinyal audio dengan nada Bass. Saya juga ingin menyarankan agar dia dapat melengkapi komponen peralatan dia dengan box speaker ukuran 18" dan menambah Power Amplifier dengan ukuran yang sesuai peruntukan speaker tersebut.

Memang agak sulit mengapresiasikan pertanyaan ini dalam bentuk teori tanpa berhadapan langsung dengan peralatan yang ada di depan mata. Menurut saya sedikit membingungkan antara menyambungkan dan memfungsikan peralatan seperti Crossover, Audio Distributor, dan BBE Processor. Coba persiapkan BBE Processor ini hanya untuk Loudspeaker ukuran 18 inch berikut Power Ampli-nya saja. Di sini dia (alat ini) memiliki 2 buah Equalizer yang menurut saya bisa digunakan/ difungsikan untuk MAIN output High End (31 Channel) dan satu lagi untuk difungsikan sebagai Equalizing Audio pada Speaker Monitor (15 Channel). Rubrik ini hanya sekedar saran dari beberapa pengalaman saya, mudah-mudahan bisa menjadi petunjuk dan bisa diterapkan.

Urutan Jalur Setting Pemasangan Sound System Berdasarkan Pengalaman

Saya sangat menyarankan ada tanya jawab teman-teman seprofesi pada rubrik ini pada kolom komentar. Baiklah, pada kesempatan ini saya mencoba untuk mengulas pertanyaan ini berdasarkan praktek dari rutinitas yang selalu saya hadapi dalam bidang instalasi sound system di lapangan. Tentu kita menginginkan suara yang bagus walau dengan peralatan audio rakitan sekalipun.

Pola urutan processing dan instalasi Sound system

Pola urutan processing dan instalasi berdasarkan peralatan di atas, di sini saya membagi menjadi beberapa sumber/ cakupan berdasarkan penomoran, yaitu;
1. Mixing (mixer)
2. Audio FX Processing
3. Audio Equalizing, EQ 1 dan EQ 2
4. Compressing Audio (bila diperlukan)
5. Audio Distribution (Audio Distributor, Crossover)
6. High End Audio (Main Output dan Monitor), include Power

1. Bagian Mixing Audio

Mungkin anda telah cukup paham tentang penggunaan peralatan Audio mixer ini. Namun yang perlu menjadi perhatian adalah coba lihat Main Out, Sub Out, dan Aux Send. Fasilitas ini harus kita pahami untuk apa kegunaannya. Pada Mixer Zenyx 1832 yang anda punya sudah terdapat fasilitas yang cukup lengkap dan malahan sudah terdapat Equalizer internal di dalamnya. Bila anda ingin mengaktifkan EQ external anda maka coba atur posisi EQ internal ini pada posisi Flat, netral.
Mixer Behringer Zenyx 1832

2. Bagian Audio FX Processing External

Audio processor ini berguna untuk mendapatkan efek suara digital berupa salah satunya adalah FX gema Reverb. Sebagian Mixer biasanya sudah terdapat fasilitas ini. Sistim penyambungannya adalah dengan mengkoneksikan kabel jack TS dari output Aux send Mixer (Send) menuju ke bagian Input dari FX processor anda. Pada bagian Out FX processor dihubungkan kembali ke bagian saluran input channel (Return), misalkan di Channel Stereo di mixer(*). Aux send ini berhubungan dengan posisi AUX level yang ada di tiap Channel Mixer. Artinya seberapa besar level yang ingin anda berikan ke bagian FX processor anda.

Perlu diingat bahwa jangan membuka level Aux pada bagian channel yang berfungsi sebagai Return, dalam hal ini saluran CH stereo. Aux pada CH Stereo ini dalam keadaan tertutup.

3. Bagian Audio Equalizing EQ 32 Band dan EQ 15 Band

Dalam peralatan di atas anda menggunakan dua buah Equalizer, ada baiknya Audio Equalizer EQ 1 (32 CH band) difungsikan sebagai Main Out, dan Equalizer EQ 2 (15 CH band) difungsikan sebagai pengatur bandwidth nada untuk Power dan Speaker monitor. Pada EQ-1 nantinya jalur akan terhubung dengan MAIN OUT di Mixer walau sinyal melalui beberapa peralatan yang anda punyai di atas.

Pada EQ 2, kita fungsikan sebagai EQ kontrol untuk monitor dengan cara menghubungkan input EQ ini dari SUB Out Mixer (bila ada). Seperti keterangaan di atas pada EQ mixer internal maka netralkan seluruh slider EQ di panel Mixer.
Equalizer 31 band dbx

4. Bagian Compressing Audio - Audio Compressor Limiter

Apakah peralatan Audio Compressor Limiter memang benar ingin anda gunakan, dan seberapa perlukan itu? Mubazir ya sudah dibeli tidak dipakai, haha. Cukup asyik bermain dengan peralatan compressor audio ini. Saya biasanya menggunakan peralatan audio ini untuk memangkas sinyal suara yang berlebihan dari saluran input di mixer. Fungsinya cukup beragam, salah satunya adalah untuk mengamankan Loudspeaker akibat overload sinyal suara. Fungsi lainnya adalah melembutkan hentakan nada Bass di Speaker.
Yang menjadi pertayaannya adalah dimulai dari mana saat kita menyambungkan jalur peralatan ini? Apakah peralatan ini akan difungsikan untuk seluruh speaker yang kita setup?

Saya biasanya menyambungkannya dengan cara yang cukup simpel, yaitu dengan susunan :
Mixer Equalizer → Compressor → Power → Speaker.
Dalam artian bahwa Compressor audio ini hanya saya fungsikan untuk MAIN Loadspeaker, agar aman. Jadi Speaker Monitor tidak berpengaruh dalam koneksi peralatan ini.
Bagian Compressing Audio - Audio Compressor Limiter

5. Audio Distribution (Audio Distributor, Crossover)

Menurut saya Audio Distribution milik anda ini terdiri dari dua bagian yaitu: Audio Distributor dan Crossover. Fungssi Audio Distributor adalah menyalurkan output audio ke beberapa input Power Amplifier tanpa melakukan filtering nada. Sedangkan Crossover berfungsi untuk mendistribusikan sinyal audio yang telah dilakukan pengolahan sinyal yang terpisah, dalam hal ini Low, Mid, dan High. Jadi distribusinya adalah ke masing-masing speaker yang di tuju, Sub Wofeer, Middle, dan Horn Driver (high). Tergantung anda akan memprosesnya menjadi 2 Way atau 3 Way.

6. Bagian High End Audio (Main Output dan Monitor)

High End adalah bagian akhir dari sebuah perjalanan sinyal audio pada sound system yang terdengar oleh audien dan atau pada bagian panggung (monitor). High End Audio terdiri dari Power menuju ke arah Loudspeaker. Makanya di atas saya menyebutnya dengan incule Power. Perangkat High End ini terdiri dari yang namanya Active Speaker dan atau Passive Speaker, tergantung peralatan yang kita punya dan kita settingkan. Pada Active Speaker kita tak membutuhkan Power Amplifier dalam instalasi sound system kita. Kalau anda memilikinya maka bisa difungsikan sebagai controling panggung (monitor) via EQ 2 dari SUB out Mixer.

Proses Cara Setting Equalizer yang Benar Menggunakan External EQ

Cara setting Equalizer yang benar untuk vokal baik menggunakan 31 channel double channel dengan berbagai merek, misalnya Equalizer dbx adalah dengan memperhatikan apa yang terdengar di Loudspeaker, kemudian nada mana yang menurut anda perlu dikurangi atau di-cut. Dalam pensetingan Equalizer 31 channel yang saya lakukan adalah jarang sekali menaikkan posisi Slider Grafik di atas 0 dB. Jadi dalam hal ini saya hanya melakukan cut frekuensi yang ingin saya kurangi. Bila anda menaikkan level Slider suatu frekuensi di atas 0 dB, maka anda perlu sedikit mengurangi Gain Level pada Power Amplifier karena berdampak terjadi kenaikan level pada dorongan sinyal lebih yang masuk ke Amplifer dan juga speaker anda akan aman dalam kondisi level tinggi yang tetap terjaga saat full power audio.

Kesimpulan
Memang agak susah bila kita tak mencoba hal-hal baru dalam proses yang kita hadapi dalam menata sound system kita. Experiment yang berulang-ulang tentu dapat menambah wawasan dan pengalaman kita dalam memperoleh pengetahuan. Bila owner (teman yang bertanya ini) ingin mencoba mengutak-atik peralatannya sendiri, saya rasa tidak akan membuat peralatan anda akan rusak terutama dalam menyalurkan sinyal ouput ke bagian High end apabila anda tidak terlalu memaksimalkan Level Power anda dalam rating tinggi, yang sedang-sedang saja, atau kecilkan dahulu volumenya.

Di sini saya mengajak para pembaca yang mengerti dunia audio (dalam hal skill) untuk memberikan masukan kepada teman kita ini. Terimakasih atas kunjungan dan partisipasi anda dalam menyimak artikel ini tentang pertanyaan tentang urutan pemasangan Sound System.

Apakah anda ingin melihat tentang cara setting peralatan Sound System yang lainnya?
Menuju ke Halaman CARA SETTING SOUND SYSTEM.....
Menuju ke artikel selanjutnya tentang: Sound System Masjid dan Cara Instalasi....
Terimakasih atas kunjungan anda....